oleh

Komunitas Vespa Adakan Riding Camp, Bob: Kita Isi Dengan Pendidikan Nasionalisme dan Religius

BERITA iNEWS.COM, MakassarCerah baskara terlihat di ufuk sana. Cahayanya kilau, memberi suasana gerah siang itu. Namun, embusan angin sesekali bertiup dari celah sudut tembok Warkop ‘Abba’. Terasa sejuk, apa lagi ditemani secangkir kopi hitam khas warkop yang berlokasi di jalan Ade Irma Nasution kota Makassar. Senin, (8/7/2019).

Hari itu, awak media menemui langsung Sekretaris Panitia Pelaksana Riding Camp yang akan berlangsung di Puncak Tinambung Kabupaten Gowa bulan Agustus nanti.

“Meski rambut dan jenggot berputarputar bak benang kusut. Tapi, tidak dengan isi kepala saya,” urai Bobby. Penampilannya memang sedikit unik, dengan rambut dan jenggot gimbal ala legenda musisi reggae Jamaika, Robert Nesta Marley ‘Bob’ Marley.

“Saya memang penggemar motor Vespa dengan mottonya ‘Satu Vespa Sejuta Saudara’. Rasa persaudaraan satu sama lain begitu Solid. Nuansa kekeluargaan kental sekali, itulah gaya tariknya,” cerita Bobby.

Awalnya di JPL Scoter Makassar. Pada perjalanan selama belasan tahun di komunitas itu. Bobby Gimbal yang sapaan akrabnya om Bob bergabung dalam Komunitas Vespa Santai Ringan.

“Santai nongkronya, ringan obrolannya. Kita bertemu dan bercengkerama bersama temanteman dengan tema yang tidak membebani otak. Begitu filosofinya,” lanjut om Bob.

Kurang lebih berjalan satu tahun, Komunitas Vespa Santai Ringan rencana di bulan Agustus 2019 akan menggelar kegiatan ‘Riding Camp’ di Puncak Tinambung Kabupaten Gowa selama tiga hari.

“Apa yang menarik dari kegiatan Riding Camp di Puncak Tinambung?” Tanya salah seorang wartawan.

Setelah menyeruput kopi susunya, om Bob lanjutkan, “Ada puluhan komunitas pecinta Vespa di Sulsel. Untuk menghimpunya, dibuatlah kegiatan itu dengan konsep touring dan kemping. Kerena acaranya bulan Agustus, kami adakan upacara perayaan HUT Kemerdekaan di sana. Disamping itu, banyak kegiatan lain seperti Diskusi Vespa, eksebisi Vespa, dan mendukung kampanye selamatkan bumi dengan cara menanam pohon serta sosialisasi tidak gunakan bahan plastik,” ungkapnya.

Sebuah kegiatan yang menarik karena banyak hal positif yang disampaikan di kegiatan Riding Camp. Sebelum obrolan berakhir, satu hal lagi yang dilontarkan: “Adakah yang unik dari Riding Camp?”

Om Bob sejenak berpikir berupaya ingat sesuatu. Selang beberapa saat, ia pun melanjutkan, “selama tiga hari di sana. Kami isi dengan berbagai sesi acara. Di setiap sesi itu, ketika memasuki waktu shalat, maka segala kegiatan dihentikan dan kembali dilanjutkan setelah shalat,” tandasnya.

Komplet, acara yang diramu dengan konsep santai, wisata touring dan kemping. Diisi pendidikan nasionalisme, peduli lingkungan, dan dibingkai dengan spirit religius. (*cd)

Komentar

News Feed