oleh

Aswar Hasan, Tokoh Penyejuk Intelektual, Bukan Tokoh Radikalisme

BERITA iNEWS.COM, MakassarAktivis Ikatan Alumni dan Keluarga Besar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma, meluruskan persepsi adanya tudingan kalau Anggota KPI Pusat terpilih, Dr.H.Aswar Hasan, M.Si., tergolong penganut Islam radikal di Sulawesi Selatan.

Menurut Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, sebagai murid dari Aswar Hasan, beliau adalah guru yang selalu mengajarkan muridmuridnya menempatkan ilmu pengetahuan di atas Arrasy. ” Pak Aswar adalah guru kami di Ilmu Komunikasi Unhas sejak 1991, selama itu beliau selalu mencerahkan kami dengan menempatkan ilmu pengetahuan di atas segalagalanya.

Selain itu, beliau selalu mengajarkan kami bukan hanya rajin membaca bukubuku di Perpustakaan Unhas, tapi lebih penting lagi mengamalkan ibadah rutin shalat setiap waktu”, kata Bachtiar Adnan Kusuma, Rabu 31/7 di Parangtambung.

Karena itu, BAK yakin dan percaya kalau tudingan atas Aswar Hasan sebagai penganut Islam garis keras adalah tidak benar. Menurut ketua LPM Parangtambung penerima PIN Emas dari Pemerintah Kota Makassar sebagai Tokoh Literasi Kota Makassar dan Tokoh Penggagas Perpustakaan Lorong ini, atas tudingan dan tipikal Aswar Hasan sangatlah bertentangan dengan kenyataan pribadi dan karakter beliau. Yang benar, Aswar Hasan tokoh penyejuk, pemersatu umat dan selalu mengajarkan kasih sayang kepada sesama penganut ummat beragama di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan, sebagai pakar ilmu komunikasi sosiologi, Aswar Hasan sedikitpun tak pernah melepaskan atribut keilmuwannya. Dalam berbicara dan berpendapat tidak meletupletup, selalu punya kerangka berpikir yang jelas dan sistimatis.” Kak Aswar Hasan ilmuwan yang tawadhu, sederhana, pemikiranpemikirannya selalu jauh kedepan karena kuat membaca buku “, kata Bachtiar Adnan Kusuma.

(bas/ bak)

Komentar

News Feed