Aksi Demo Tolak Pembatasan Kegiatan Ketat di Prancis Berakhir Ricuh

Aksi unjuk rasa menentang pemberlakuan health pass di Prancis Foto: REUTERS/Gonzalo FuentesSekitar 2.250 masyarakat Prancis menggelar aksi demonstrasi di Paris pada Rabu (14/7). Mereka menolak penerapan pembatasan kegiatan ketat kepada mereka yang tak memiliki paspor kesehatan.Paspor kesehatan tersebut meliputi sertifikat vaksinasi atau hasil tes COVID-19 negatif. Kebijakan ini diberlakukan Pemerintahan Macron dalam rangka menekan laju penyebaran COVID-19 yang mulai menanjak.”Ini benar-benar sewenang-wenang dan sepenuhnya tidak demokratis,” kata seorang pengunjuk rasa bernama Jean-Louis dikutip dari Reuters, Kamis (15/7).Selain di Paris, demo terjadi di kota lain yakni Nantes, Marseille dan Montpellier.Namun aksi demo di beberapa lokasi berakhir ricuh. Bahkan anggota kepolisian sampai menembakkan gas air mata kepada para pengunjuk rasa untuk meredam kericuhan.Kericuhan dipicu massa yang merusak dan membalikkan tong sampah dan menlakukan pembakaran. Beberapa pengunjuk rasa menggunakan lencana bertuliskan ‘tidak ada izin kesehatan’.Aksi unjuk rasa menentang pemberlakuan health pass di Prancis Foto: REUTERS/Gonzalo FuentesSebelumnya, Presiden Emmanuel Macron mengancam akan menerapkan pembatasan kegiatan ketat kepada mereka yang tak memiliki paspor kesehatan.Tetapi, pembatasan kegiatan di Prancis akan difokuskan pada mereka yang tidak divaksinasi. Hal ini tentu menyebabkan pergerakan mereka menjadi terbatas.Macron menegaskan bahwa paspor kesehatan harus dibawa dan digunakan untuk berbagai macam kegiatan, seperti jika ingin memasuki restoran, bioskop, dan teater.Paspor ini juga menjadi syarat perjalanan kereta jarak jauh dan pesawat mulai Agustus 2021.Aksi unjuk rasa menentang pemberlakuan health pass di Prancis Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.