Kabar Corona Dunia: WN Australia di RI Minta Pulang; Vaksinasi Anak di Israel

Warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7). Foto: Willy Kurniawan/REUTERSkumparan merangkum kabar corona dunia pada Kamis (29/7). Mulai dari 780 WN Australia di Indonesia minta pulang akibat lonjakan COVID-19 hingga Israel mulai vaksinasi anak 5-11 tahun.Hingga saat ini penularan COVID-19 masih terjadi. Tercatat jumlah kasus positif global mencapai 196.908.497 jiwa di mana 4.207.661 di antaranya meninggal dunia.Amerika Serikat, India dan Brasil masih menjadi tiga negara terdampak parah COVID-19. Jumlah kasus positif di masing-masing tiga negara itu di atas 19 juta jiwa.Berikut kumparan rangkum kabar corona dunia:Penumpang maskapai Qantas dalam uji coba penerbangan terpanjang tanpa henti dari New York ke Sydney yang membutuhkan waktu selama 19 jam 16 menit. Foto: James D Morgan/Qantas780 WN Australia di RI Ingin Pulang Akibat Lonjakan COVID-19Australia akan membantu pemulangan warga negaranya yang berada di Indonesia. Keputusan ini diambil karena banyak WN Australia di Indonesia ingin pulang akibat lonjakan penularan COVID-19.Hanya saja, proses pemulangan WN Australia dari Indonesia ini sempat mengalami sedikit kendala. Ada beberapa faktor pemicunya. Pertama karena jumlah penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang terbang langsung ke Australia kini berkurang akibat mereka mengalami krisis. Akibatnya, kini harga penerbangan ke Australia mencapai 12 ribu dolar AS.Kemudian faktor lainnya, karena Singapura tidak menerima penerbangan transit dari Indonesia. Sehingga WN Australia yang ingin pulang harus menyewa pesawat dengan biaya yang lebih mahal. Bahkan opsi ekstrem lain adalah pulang menggunakan kapal lautWarga Negara Asing (WNA) melakukan validasi dokumen penerbangan di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (23/7/2021). Foto: Fauzan/Antara FotoJuru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, Australia, mengatakan mereka sudah melakukan pembahasan matang terkait rencana pemulangan WN Australia dari Indonesia.Hasilnya, pemerintah akan bekerja sama dengan maskapai Qantas untuk memfasilitasi pemulangan WN Australia dari Indonesia.“Kami bekerja sama dengan Qantas dalam opsi penerbangan komersial yang difasilitasi bagi warga Australia yang rentan dan akan berangkat dari Indonesia,” kata juru bicara tersebut.Ia menuturkan, total ada 780 WN Australia di mana 350 di antaranya merupakan kelompok rentan ingin pulang dari Indonesia.“Sekitar 780 warga Australia (termasuk warga negara dan penduduk tetap) di Indonesia saat ini terdaftar di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan ingin kembali,” ucap juru bicara itu.”Sekitar 350 di antaranya dianggap rentan. Jumlah orang Australia yang terdaftar sering berubah sesuai dengan keadaan masyarakat,” tambah dia.Bandara Heathrow di London, Inggris Foto: PixabayInggris Bebaskan Karantina Bagi Pengunjung Asal AS dan UE yang Sudah VaksinInggris memutuskan untuk mempermudah aturan perjalanan internasional khususnya bagi kedatangan asal Amerika Serikat dan Uni Eropa.Mulai 2 Agustus 2021 nanti, para pengunjung yang sampai di Inggris nantinya tak lagi diwajibkan untuk menjalani karantina. Kendati demikian, satu syarat yang harus dipenuhi yakni telah mendapatkan vaksinasi secara lengkap dengan vaksin yang diakui keduanya.Aturan ini juga termasuk dengan mencabut persyaratan yang sama untuk warga Inggris yang divaksinasi penuh yang kembali dari negara-negara berisiko menengah.PM Inggris, Boris Johnson, mengungkapkan penghapusan karantina ini diharapkan dapat menjadi langkah untuk memulihkan perekonomian Inggris.”Langkah ini akan memungkinkan kita untuk menyatukan kembali orang-orang terkasih dan membuat Global Inggris kembali berbisnis, memberikan dorongan vital bagi ekonomi yang sangat dibutuhkannya,” kata Johnson.Untuk tetap mencegah masuknya kasus impor, para pengunjung tetap diwajibkan menyertakan hasil negatif tes COVID-19 sebelum keberangkatan dan akan dites ulang sesaat setelah tiba di bandara Inggris.Vaksinasi warga di Muntinlupa, Filipina. Foto: Lisa Marie David/REUTERSVarian Delta Melonjak, Duterte Perintahkan Vaksinasi Warga yang Mau DivaksinAsia Tenggara saat ini menjadi episentrum COVID-19. Munculnya varian Delta dinilai sebagai salah satu alasan mengapa kasus melonjak dengan cepat di sejumlah negara di kawasan ini.Sebanyak 119 kasus varian Delta juga telah dilaporkan Filipina. Namun angka tersebut diprediksi jauh lebih tinggi lantaran rendahnya proses genome sequencing untuk dapat mengetahui keberadaan varian-varian baru.Atas situasi yang memburuk di Asia Tenggara termasuk negaranya akibat varian Delta, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyampaikan agar vaksinasi bisa diberikan pada seluruh rakyat yang menginginkannya.”Berikan vaksin kepada mereka yang ingin divaksinasi,” kata Duterte dalam sebuah pidato.Namun, Duterte tak menjelaskan secara rinci mengenai siapa saja yang ia maksud. Sebab, Filipina saat ini masih memprioritaskan vaksin bagi kelompok masyarakat rentan seperti tenaga kesehatan, lansia, orang dengan kondisi kesehatan tertentu, dan juga penduduk dewasa usia kerja.Kemudian, Duterte meminta agar warganya tetap tinggal di rumah. Presiden yang punya gaya pemerintahan otoriter ini juga tak segan mengatakan akan ada polisi yang mengawasi penduduk yang masih berkeliaran di luar.Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada konferensi pers di Gedung Parlemen di Canberra, Selasa (23/3). Foto: AAP Image/Mick TsikasPM Australia Yakin Vaksin Saja Tak Membuat Lockdown di Sydney BerakhirPerdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, vaksinasi saja tak akan membuat lockdown di Sydney dicabut.Pernyataan Morrison disampaikan saat Pemerintah Negara Bagian New South Wales menambah lockdown sebulan lagi di beberapa wilayah termasuk Sydney. Kebijakan diambil seiring belum menurunnya tren COVID-19,”Yang saya maksud, (vaksinasi) itu pasti membantu,” kata Morrison.Tingkat rendah vaksinasi harus ditingkatkan dan pasti membantu pencabutan lockdown, tetapi vaksinasi saja tak bakal menghentikan lockdown,” sambung dia.Oleh sebab itu, saat lockdown diperpanjang Morrison berharap pembatasan kegiatan dan pergerakan bisa dilakukan dengan efektif.Sebab, dengan pembatasan ketat di wilayah-wilayah paling terdampak COVID-19 di Sydney, maka penyebaran virus corona dapat dikendalikan.Seorang petugas bersiap memberikan vaksin corona kepada tenaga kesehatan di National Center for Infectious Diseases (NCID) di Singapura, Rabu (30/12). Foto: Ministry of Communications and Information/via Reuters77 Persen Lansia di Singapura Sudah Divaksinasi Dosis PenuhVaksinasi COVID-19 untuk lansia di Singapura terus digenjot oleh Kementerian Kesehatan. Per Rabu (28/7), sebanyak 77% dari total lansia berusia 60 tahun ke atas sudah divaksinasi dua dosis.Kemenkes Singapura (MOH) mengatakan, masih ada sekitar 187 ribu lansia yang belum menerima vaksinasi dosis pertama.Pada pekan lalu, jumlah lansia 60 tahun ke atas yang belum divaksinasi mencapai 200 ribu orang. Berarti, dalam kurun waktu satu pekan, Singapura berhasil menjangkau sekitar 13 ribu lansia.Dalam unggahan di media sosial Facebook, Menkes Singapura Ong Ye Kung mengatakan, salah satu alasan masih banyak lansia yang belum mau divaksinasi adalah kekhawatiran apakah vaksinasi bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.Ong menjelaskan, serangan jantung dan stroke terjadi di masyarakat, baik dengan divaksinasi COVID-19 ataupun tidak.Angka kejadian stroke atau serangan jantung di Singapura sejak Januari 2018 hingga sekarang disebut stabil, sehingga tak ada bukti bahwa vaksinasi menyebabkan dua gangguan kesehatan tersebut.Seorang petugas kesehatan menerima vaksin corona di National Center for Infectious Diseases (NCID) di Singapura, Rabu (30/12). Foto: Ministry of Communications and Information/via ReutersLebih lanjut, MOH mengatakan, sekitar 10 tim vaksinasi keliling telah dikerahkan di penjuru Singapura dan menjangkau hingga 2.300 orang sejak 7 Juli lalu.Tim vaksinasi keliling menyambangi lokasi-lokasi tempat tinggal para lansia. MOH menegaskan, lansia 60 tahun ke atas tak perlu lagi membuat janji vaksinasi, dan bisa langsung datang saja ke sentra vaksinasi yang tersedia.Saat ini, dua vaksin yang termasuk ke dalam program vaksinasi nasional Singapura adalah Pfizer/BioNTech dan Moderna. Vaksin Sinovac juga diberikan kepada warga Singapura, meskipun tidak termasuk ke dalam program nasional.Per data Senin (26/7), sebanyak 74,6% dari total 5,7 juta penduduk Singapura sudah divaksinasi setidaknya satu dosis, dan 54,7% penduduk telah disuntik dosis penuh.Langit kota New York, AS yang diselimuti asap kebakaran hutan. Foto: REUTERS/Jeenah MoonNew York Beri Insentif Setara Rp 1,4 Juta untuk Warga yang Mau DivaksinPemerintah Kota New York, Amerika Serikat, membuat gebrakan baru dalam mengajak warganya divaksin. Setiap warga yang menerima vaksin corona di sentra vaksinasi pemerintah akan diberi insentif 100 USD, atau setara dengan Rp 1,4 juta.Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota New York, Bill de Blasio, pada Rabu (28/7) waktu setempat.Inisiatif ini merupakan salah satu upaya dalam melawan varian Delta tengah merebak di penjuru AS, termasuk di New York.“Saya pikir, jika seseorang mengatakan, ‘Ini, 100 dolar untukmu,’ itu akan menciptakan pengaruh yang besar,” ujar de Blasio.“Kuncinya adalah vaksinasi. Kita bisa membicarakan banyak isu lainnya soal COVID-19, tetapi jika kita tidak membicarakan soal vaksinasi, berarti kita tidak mendiskusikan solusi,” lanjutnya.Pembayaran insentif itu akan dimulai pada Jumat (30/7) untuk semua yang menerima dosis pertama vaksin COVID-19 di seluruh sentra vaksinasi milik Pemerintah New York.Insentif setara dengan Rp 1,4 juta itu akan dibayarkan dalam bentuk kartu debit prabayar. Kartu debit prabayar ini merupakan salah satu dari berbagai insentif vaksinasi yang ditawarkan Pemerintah Kota New York.Polisi berkuda patroli di area gym outdoor di Bondi Beach saat lockdown di Sydney, Australia. Foto: Loren Elliott/ReutersKasus Harian COVID-19 Sydney Pecah Rekor, Pemerintah Minta Bantuan MiliterMeski sudah menjalankan lockdown hingga lima pekan lamanya, Kota Sydney, New South Wales (NSW), Australia, masih terus menyaksikan peningkatan kasus COVID-19.Negara bagian NSW pada Kamis (29/7) melaporkan penambahan kasus transmisi harian lokal sebanyak 239 infeksi. Angka ini mencetak rekor harian tertinggi sepanjang pandemi di NSW.Sementara, kematian akibat corona bertambah satu jiwa, sehingga total pasien meninggal selama lonjakan kasus mencapai 13 jiwa.Total kasus COVID-19 di NSW mencapai 2.800 infeksi, dengan 182 pasien dirawat di rumah sakit, 54 orang menjalani perawatan di ICU, dan 22 orang harus menggunakan ventilator.“Kita hanya bisa berasumsi bahwa keadaan akan memburuk terlebih dahulu sebelum akhirnya membaik, mengingat banyaknya jumlah orang terinfeksi yang beraktivitas di masyarakat,” kata Menteri Utama NSW, Gladys Berejiklian, seperti dikutip dari Reuters.Lockdown Kota Sydney telah berlangsung sejak 26 Juni lalu. Kini, lockdown telah memasuki pekan kelima dan akan diperpanjang hingga empat pekan ke depan.Polisi berpatroli memeriksa identitas salah satu warga di area gym outdoor di Bondi Beach saat lockdown di Sydney, Australia. Foto: Loren Elliott/ReutersBerejiklian memutuskan untuk menambah kebijakan pembatasan baru di area barat daya dan barat Kota Sydney, melihat lockdown yang sekarang masih belum mampu menurunkan angka kasus.Lebih dari dua juta penduduk di hotspot Sydney wajib menggunakan masker di luar ruangan. Mereka juga tak boleh bepergian sejauh lebih dari 5 km dari rumah mereka.Kebijakan yang jauh lebih ketat ini akan berlaku efektif mulai Jumat (30/7). Kepolisian NSW juga sudah meminta sebanyak 300 anggota militer Australia untuk membantu penegakan aturan lockdown.Seorang pekerja medis memegang botol vaksin corona ketika staf medis akan divaksinasi di Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, Sabtu (19/12). Foto: AMIR COHEN/REUTERSIsrael Setujui Vaksinasi Corona Bagi Anak 5-11 Tahun yang Memiliki KomorbidMulai 1 Agustus, anak-anak usia 5-11 tahun di Israel yang memiliki sejumlah komplikasi kesehatan akan diizinkan menerima vaksinasi COVID-19.Kementerian Kesehatan Israel pada Rabu (28/7) mengeluarkan perizinan tersebut, karena anak-anak dengan komplikasi kesehatan akan sangat berisiko mengalami gejala berat bahkan kematian jika mereka terpapar COVID-19.“Ini adalah perizinan khusus, dan setiap vaksinasi akan dipelajari dalam basis kasus per kasus,” ujar juru bicara Kemenkes Israel.Sebelumnya, pada Selasa (27/7), Kemenkes sudah memaparkan daftar komorbid atau komplikasi kesehatan pada anak yang diperbolehkan menerima suntikan vaksin corona.Komplikasi tersebut antara lain penyakit pada otak, jantung, atau paru-paru, imunosupresi akut, anemia sel sabit, hipertensi pulmonal, dan obesitas akut.Mereka akan disuntik dengan vaksin Pfizer/BioNTech dengan dosis yang tiga kali lipat lebih sedikit dibanding dosis normal, yaitu 0,1 milimeter.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.