Berkat Orang Tua, Akhirnya Saya Jadi PNS

Saya dilahirkan dari orang tua menengah ke bawah, Ayah merupakan seorang guru honorer yang sudah mengabadikan diri selama 30 tahun untuk mengajar. Menjadi seorang PNS merupakan profesi yang prestisius bagi keluarga dan masyarakat sekitar saya. Kakek selalu menginginkan bapak saya untuk bisa jadi PNS kelak nanti, namun takdir berkata lain bapak saya pensiun hanya menjadi guru honor puluhan tahun. Namun, sebenarnya tidak ada penyesalan yang berarti bagi orang tua saya. Kata bapak rejeki bisa di dapat darimana saja atau mungkin bisa jadi anak-anaknya yang kelak mengemban cita-cita bapak katanya.Tahun 2018 merupakan tahun pembukaan besar-besaran CPNS baru diberbagai kementerian/Lembaga. Waktu itu saya masih bekerja di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Yogyakarta sembari menjalankan bisnis sebagai Konsultan Perpustakaan. Orang tua selalu mengingatkan saya untuk mendaftarkan diri sebagai CPNS. Meskipun saya menjadi PNS bukan menjadi prioritas utama karena pasti saingannya sangat ketat dan banyak peminatnya tetapi dengan dorongan orang tua saya beranikan diri mendaftarkan.Rumah saya di Kabupaten Purworejo dan bekerja di Yogyakarta. Perjalanan dari rumah ke kantor sekitar 54 km. Sistem kerja di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Yogyakarta adalah shift, jadi di bagi menjadi 3 shift pagi, siang, dan sore. Biasanya ketika mendapatkan shift siang atau sore, paginya saya diminta untuk membantu beberapa perpustakaan sekolah ketika akan mengikuti lomba perpustakaan atau akreditasi perpustakaan seperti menyiapkan dokumennya, mengolah buku perpustakaaanya, dan lain-lain.Jadi setiap harinya saya bisa berangkat jam 06.00 pagi pulang petang sekitar 21.00 dengan perjalanan tempuh berkilo-kilo meter. Hari sabtu minggu terkadang tidak ada waktu untuk sebatas istirahat dirumah. Kadang merasa pesimis ketika akan mengikuti test CPNS. Namun suatu kalimat di dalam Al-Quran yang saya pegang dan menjadi kekuatan dalam diri saya adalah QS Yusuf:“ Hai anak-anakku, janganlah kamu (Bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain. Meskipun demikian, Aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah: kepada-Nya lah Aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saya orang-orang yang bertawakal, berserah diri”.Dengan waktu yang cukup sedikit dengan memegang komitmen dalam diri dan doa orang tua saya harus membagi waktu untuk belajar materi-materi Test CPNS dan bekerja. Masih ingat waktu itu saya membeli buku dengan judul Modul Resmi Seleksi Tes CPNS karena menurut saya buku ini paling tebal di antara buku-buku yang lain di Gramedia. Ibarat kata ketika kita ingin perang tetapi tanpa strategi sama saja dengan bunuh diri. Test CPNS saya ibaratkan sebagai medan pertempuran makanya harus tetap menyiapkannya dengan belajar. Saya belajar menyiapkan waktu belajar selepas salat subuh yang saya lakukan secara konsisten. Semua materi pun sebenarnya tidak saya pelajari semua hanya materi-materi tertentu yang saya belum paham.Perjuangan Tak Mengkhianati HasilSaat-saat mendebarkan pun di mulai. Saya beserta ribuan peserta test CAT menunggu hasil pengumuman lolos SKD di BKN Jakarta. Nampak dari mereka memperlihatkan muka yang cemas dan khawatir sembari menunggu hasil live test CAT. Jantung saya ikut berderak begitu kencang menambah suasana semakin tak karuan. Setelah menunggu begitu lama nama saya terpampang di layar beserta nilai dari test SKD. Saya dinyatakan tidak lulus Passing Grade karena di bawah yang ditentukan. Saya pun pulang dan memberitahu kepada orang tua bahwa saya tidak lulus.Ilustrasi Test CPNS (source:kumparan)Beberapa minggu setelah test SKD. Berkat Rahmat Allah, Nampak pengumuman di website Perpusnas RI bahwa saya lulus test SKD. Saya pun langsung sujud syukur dan memberitahukan kepada orang tua. Saya diberitahu bahwa banyak peserta yang tidak lulus passing grade,jadi BKN mengubah penilaian dengan meranking nilai yang terbesar. Alhamdulillah saya masuk di dalamnya. Singkat cerita saya Kembali ke Jakarta untuk melakukan test kedua yaitu SKB. Dengan sikap pasrah dan bertawakal kepada Allah saya mulai mengerjakan soal. Alhamdulilah setelah menunggu beberapa hari muncul pengumuman bahwa saya resmi menjadi CPNS Perpustakaan Nasional RI.Berbagai lika-liku perjuangan yang saya lakukan demi mendapatkan SK CPNS bagi Sebagian orang yang melihat saya dari luar mungkin saya dibilang orang “bejo” karena baru lulus 5 bulan yang lalu sudah bisa jadi PNS masih banyak orang yang diluar sana berpuluh-puluh tahun menunggu untuk diangkat menjadi PNS. Hal yang perlu digaris bawahi adalah pertama, mungkin perjuangan saya singkat namun perjuangan orang tua saya yang berpuluh-puluh tahun mengabdikan diri namun tidak diangkat sampai orang tua saya purna bisa jadi menjadi doa tersendiri. Di tiap malam sepertiga malamnya digunakan untuk mendoakan anak-anaknya. Kedua, tidak ada kata “bejo” dalam kamus hidup saya. Bejo atau beruntung adalah bentuk tawakal kita. Tawakal merupakan bentuk komitmen dalam diri ketika mempunyai sebuah tujuan maka ikhtiarlah kemudian hasilnya barulah diserahkan kepada Allah. Ketiga, menjadi seorang PNS bukan lah profesi prestisius untuk memperkaya diri, namun bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui jalan abdi negara.“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah :5)

Pos terkait

banner 468x60