Brasil Tunda Kontrak Pembelian Vaksin COVID-19 Produksi India Senilai Rp 4,7 T

Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFPBrasil menunda kontrak pembelian vaksin COVID-19 dari India sebesar 324 juta USD atau setara dengan Rp 4,7 triliun. Hal ini disebabkan oleh laporan adanya penyimpangan dalam perjanjian pembelian yang malah menyeret nama Presiden Jair Bolsonaro.Dikutip dari Reuters, seseorang melaporkan adanya korupsi dalam perjanjian pembelian 20 juta dosis vaksin Covaxin produksi Bharat Biotech India. Salah seorang pejabat Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan, sebelumnya ia telah menyampaikan kekhawatiran soal hal ini kepada Bolsonaro.Bolsonaro membantah melakukan pelanggaran apa pun dan mengatakan bahwa ia tak tahu apa-apa soal tindak korupsi dalam perjanjian itu.Tim yang dikepalai oleh Menteri Kesehatan Brasil, Marcelo Queiroga, akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait tuduhan korupsi tersebut selama penundaan kontrak.“Menurut analisis sementara oleh Pengawas Keuangan Umum (CGU), tidak ada penyimpangan apa pun dalam kontrak, tetapi, sebagai bentuk kepatuhan, Kementerian Kesehatan memutuskan untuk menunda kontrak tersebut,” ujar Kemenkes Brasil dalam keterangan tertulis.Pekerja sanitasi, Manish Kumar, bersiap menerima dosis COVAXIN Bharat Biotech di All India Institute of Medical Sciences ( AIIMS) di New Delhi, India, Sabtu (16/1). Foto: Adnan Abidi/REUTERSCNN Brasil sebelumnya melaporkan bahwa Kemenkes memutuskan membatalkan kontrak itu.Jaksa federal Brasil bahkan sudah memulai investigasi terhadap perjanjian itu dan menekankan pada harga yang relatif tinggi, perbincangan yang singkat, dan persetujuan peraturan yang tertunda, sebagai tanda bahaya.Perjanjian ini juga diselidiki oleh majelis Senat yang bertugas menginvestigasi langkah-langkah penanganan pandemi oleh Pemerintah Brasil.Salah satu senator oposisi Brasil melayangkan pengaduan pidana terhadap Bolsonaro kepada Mahkamah Agung pada Senin (28/6) lalu.Senator Randolfe Rodrigues mengatakan, ia ingin pengadilan tinggi menginvestigasi tuduhan yang serius tersebut dan mencari tahu mengapa Bolsonaro tidak mengambil tindakan apa pun usai mengetahui adanya skema korupsi besar-besaran di tubuh Kementerian Kesehatan.Brasil, negara dengan kasus COVID-19 terbanyak ketiga di dunia, mencatatkan 64.903 kasus harian baru dan 1.893 kematian akibat virus corona. Total kasus corona Brasil sejak awal pandemi hingga sekarang mencapai 18,4 juta kasus, dengan total pasien meninggal dunia sebanyak 514 ribu.

Pos terkait

banner 468x60