Pabrik Utama Rusak, Kuba Alami Krisis Oksigen Medis di Tengah Lonjakan COVID-19

Puluhan warga mengantre membeli makanan di Artemisa, Kuba. Foto: Alexandre Meneghini/ReutersKuba tengah menghadapi krisis oksigen medis di tengah lonjakan virus corona akibat varian Delta. Pemerintah mengumumkan pada Minggu (14/8) bahwa pabrik oksigen utama pulau Karibia itu rusak dan berimbas pada sistem kesehatan provinsi.Kini Kuba berjuang untuk memenuhi pasokan oksigen dengan memanfaatkan pabrik militer. Pada Selasa (17/8). Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dilaporkan mengunjungi unit militer yang memproduksi dan mengangkut oksigen langka bagi pasien COVID-19.Diaz-Canel memantau tiga pabrik militer, termasuk yang baru-baru ini disumbangkan Rusia. Ia pun berbicara dengan pilot helikopter militer yang mengangkut oksigen ke rumah sakit di berbagai provinsi barat dan tengah.”Pekerjaan Anda sangat menentukan,” kata dia kepada pilot, dikutip dari Reuters.Ilustrasi tabung oksigen. Foto: Willy Kurniawan/REUTERSMinggu lalu, adegan serupa dari Kuba timur disiarkan di televisi. Peralatan penghasil oksigen yang lebih kecil terlihat di truk militer dan tangki oksigen diangkut oleh berbagai jenis kendaraan ke rumah sakit, tetapi tanpa kehadiran presiden.Di sisi lain, negara tersebut juga berjuang untuk mempercepat vaksinasi. Mereka harus memvaksinasi 11,2 juta penduduk dengan dua vaksin yang diproduksi secara lokal yakni Abdala dan Soberana 2, yang diklaim memiliki efikasi di atas 90%.Dari 11,2 juta penduduk, baru 3,2 juta yang divaksinasi 2 dosis. Sementara 2 juta lainnya baru mendapatkan dosis pertama dan diharapkan bisa mendapatkan dosis kedua sebelum September 2021.Kuba melaporkan 9.800 kasus dan 68 kematian pada Senin (16/8), selama 15 hari terakhir ada rata-rata 8.891 kasus per hari dan 82 kematian. Negara di Kepulauan Karibia itu telah melaporkan total 536.609 kasus dan 4.023 kematian sejak pandemi.

Pos terkait

banner 468x60